Memuat modul…
Memuat modul…
Pengisian nilai, pemantauan kelengkapan, hingga pencetakan rapor. Memisahkan asesmen formatif (memandu belajar, tidak masuk rapor) dari asesmen sumatif (menentukan capaian).
| Mata pelajaran | Guru | Pengetahuan | Keterampilan | Kelengkapan | Status | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Produktif RPL | Dedi Suryana | 32/32 | 32/32 | 100% | Lengkap | |
| Matematika | Rina Marlina | 32/32 | 28/32 | 94% | Kurang 4 | |
| Bahasa Indonesia | Ayu Kusuma | 32/32 | 32/32 | 100% | Lengkap | |
| Projek Kreatif & Kewirausahaan | — | 0/32 | 0/32 | 0% | Belum mulai |
Admin memantau kelengkapan, bukan mengisi nilai. Nilai adalah wewenang guru pengampu; wali kelas menyusun rapor rombelnya. Bila admin dapat mengubah nilai, ada nilai yang berubah tanpa sepengetahuan gurunya — dan itu sulit ditelusuri meski tercatat di Log Audit. Asesmen formatif tidak masuk nilai rapor — fungsinya memandu pembelajaran, bukan menghakimi. Aplikasi sengaja memisahkan keduanya: bila formatif ikut dinilaikan, guru terdorong menilai setiap kegiatan, dan siswa berhenti berani mencoba karena takut salah. Rapor memuat empat bagian: nilai mata pelajaran (dari sumatif), Projek P5, kokurikuler, dan ekstrakurikuler — tiga terakhir berupa deskripsi capaian, bukan angka.